新闻是有分量的

William Tanuwijaya:首席执行官Tokopedia yang dulunya penjaga warnet

2017年7月10日下午3:20发布
2017年7月10日下午3:21更新

屏幕截图dari YouTube

屏幕截图dari YouTube

印度尼西亚雅加达 - Lahir di Pematangsiantar,Sumatera Utara,William Tanuwijaya dibesarkan dalam keluarga yang kesulitan ekonomi。 Namun,ayah dan ibu dari William tahu bahwa pendidikan adalah hal terpenting yang bisa membuat hidup anaknya lebih baik。 Alhasil,orangtuanya mengirim William ke Jakarta untuk meneruskan sekolah ke perguruan tinggi。

Sayangnya,saat awal学期William berkuliah,ayahnya jatuh sakit。 Saat itu pula,William memutuskan untuk menghidupi dirinya dan biaya sekolah tanpa bantuan dari orang tuanya。

Salah satu cara William untuk bisa mendapatkan penghasilan adalah bekerja sebagai penjaga warnet yang berlokasi di dekat tempat kuliahnya dahulu。 威廉bekerja mulai pukul 9 malam sampai 9 pagi setiap harinya。 Di warnet tersebut,William menyadari bahwa internet mempunyai kekuatan yang tidak memiliki batas。

Saat lulus kuliah pada 2003,William ingin bekerja di perusahaan teknologi besar seperti Goolgle。 Namun,谷歌belum mempunyai kantor cabang印度尼西亚kala itu。 Akhirnya,ia bekerja di sebuah kantor sebagai 软件工程

Menjadi pekerja kantoran bukanlah satu-satunya pekerjaan yang William ambil。 Sepulang kerja,ia masih harus membangun situs untuk berbagai usaha kecil dan menengah。 Di saat yang sama,kepopuleran belanja online lewat media sosial sedang naik。 Dari situ,William menyadari bahwa kebutuhan masyarakat akan belanja online sangatlah besar。 Tetapi,belum ada platform belanja online yang aman untuk memenuhi hal tersebut。

Akhirnya,ia memiliki ide untuk membuat sebuah market place dan memulai karirnya di dunia start-up Namun,kendala terbesar William kala itu adalah ketidakadaan dana yang cukup untuk membangun start-up -nya,terlebih ia juga tidak memiliki kenalan seorang investor。

Lewat atasan di kantornya dulu,William dan rekannya,Leontinus Alpha Edison,bertemu dengan banyak投资者dan mengemukakan idenya untuk membuat sebuah marketplace Sayangnya,selama dua tahun William menawarkan idenya,belum ada投资者yang yakin dengan ide William karena belum ada contoh marketplace yang sukses di Indonesia。

Bahkan ada seorang投资人杨berkata,“威廉,kamu datang membawa mimpi tinggi dari Amerika。 Kamu masih muda dan hidup hanya sekali dan jangan disia-siakan dengan mimpi yang terlalu tinggi。 Semua 角色模型 yang kamu bawa dari Amerika itu dilahirkan spesial,dan kamu tidak spesial。“

“William,kamu datang membawa mimpi tinggi dari Amerika。 Kamu masih muda dan hidup hanya sekali dan jangan disia-siakan dengan mimpi yang terlalu tinggi。 Semua角色模型yang kamu bawa dari Amerika itu dilahirkan spesial,dan kamu tidak spesial。“

Namun,ucapan tersebut tidak membuat William putus semangat。 Bahkan ia menjadikannya sebagai suatu tantangan。

Pada 2010,banyak投资者luar negeri yang datang ke Indonesia。 Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh William。 Namun,karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang kurang memadai,William gagal untuk menyakinkan para investor tersebut。

Hingga akhirnya,ia bertemu dengan seorang投资者dari Jepang yang kemampuan bahasa Inggrisnya juga pas-pasan。 Komunikasi antara mereka berdua tentu sulit,tetapi投资者Jepang tersebut memahami ide market dari William。 Dari原地semuanya dimulai。

William yang tadinya tidak begitu memahami bahasa Inggris,akhirnya mulai serius untuk mempelajari bahasa Inggris,sekaligus membangun produk yang dibutuhkan oleh masyarakat。 Setelah itu,William dapat menarik banyak投资者dan mendapatkan pendanaan sebesar 100 juta dollar。

Dari pendanaan tersebut,William berhasil membangun Toko Pedia dan membuat Tokopedia menjadi marketplace besar di Indonesia。

William Tanuwijaya yang dilahirkan di keluarga yang kurang mampu bisa membuat kesuksesan yang luar biasa。 Maka,jangan patah semangat dan terus lakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi-mimpimu! -Rappler.com

Artikel ini sebelumnya diterbitkan di